Halo
semuanya...
Senang rasa berjumpa dengan kalian secara tidak langsung melalui tulisanku, seperti biasa ambil yang baik untuk hidup kalian dan buang yang buruk dari ingatan kalian, semoga bermanfaat :)
Senang rasa berjumpa dengan kalian secara tidak langsung melalui tulisanku, seperti biasa ambil yang baik untuk hidup kalian dan buang yang buruk dari ingatan kalian, semoga bermanfaat :)
Sekilas
definisi bullying
Bullying
itu istilah bahasa inggris yang awam digunakan untuk menggantikan arti yang
sebenarnya yaitu “penindasan”. Menurut sumber wikipedia, bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk
menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi
suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik.
Nah, Kalian semua pasti
tau lah ya apa itu bully dari segi
pandang kalian masing-masing. Karena dari beberapa sampel random, jawabannya
itu ga persis banget tapi poin intinya itu mirip dengan definisi secara
resminya. Next...
Kenapa
bullying bisa terjadi dan semakin menjadi-jadi ?
Oke, sekarang kita masuk
ke inti topik pembahasan kali ini. Yang jadi pertanyaan tu kenapa sih orang
bisa tega melakukan tindakan pembullyan?
Kemana perikemanusiaan mereka? Terus kenapa perkembangannya semakin meluas dan
semakin mengerikan aja?
So,
Dari beberapa opini yang
sempet aku dapet, inti dari jawaban mereka tuh “ada masalah psikologis dari
pelaku”.
Entah itu secara
emosionalisme maupun mentalisme psikologis dari sisi pelaku dan si korban. Beberapa
faktor dari si pelaku tuh misalnya, rasa ingin balas dendam, merasa hebat, sekedar
bersenang-senang, bahkan ada kelainan mental lainnya seperti seorang psikopat
atau suka cari perhatian. Sedangkan faktor dari si korban itu cuma satu yaitu
minta dibully alias bully-able.
Well
bakal kita bahas satu-satu secara garis besarnya disini,
[...] Memiliki
rasa ingin balas dendam, udah paham lah ya gimana rasa dendam ini bisa menjadi faktor
krusial. Si korban akan membalas perbuatan masa lalu si pelaku di kemudian hari saat dia merasa sudah mampu
untuk melawan. Sebenarnya hal ini bisa menjadi obat jera dan penyadar bagi
pelaku atas tindakannya namun jika kedua belah pihak sama-sama saling dendam?
Tindakan ini bahkan bisa menjadi lingkaran setan yang tiada hentinya, dan
mungkin saja efek bully ini bisa
berujung pada kematian? Who knows
[...] Merasa
hebat karena kekuasaan, kekayaan, life
style, fisik, perbedaan tingkatan sosial yang signifikan, dsb.
Siapa yang memiliki uang
bisa memiliki segalanya, siapa yang memiliki fisik yang menawan bisa menarik
perhatian dengan mudah. Banyak di negara lain, orang berlomba-lomba memamerkan
kekayaan agar dipandang, ditakuti oleh orang lain, berlomba-lomba mempercantik
diri bahkan melakukan operasi plastik agar dipuji dan tidak dihina. Menjadi
orang yang selalu di atas itu kadang secara tidak sadar membuat seseorang
menjadi pribadi yang serakah dan selalu ingin memiliki segalanya bahkan rela
melakukan cara apapun demi memenuhi keinginannya. Termasuk penindasan. Kebiasaan
mengagung-agungkan mereka yang berkuasa membuat kita lupa bahwa masih ada
mereka golongan menengah ke bawah yang hidup berdampingan dengan kita.
FYI, sebagai seorang
K-Drama, banyak banget tuh drama yang mengangkat tema atau sekedar menyinggung
budaya bullying, salah satunya membully mereka yang miskin, jelek, freak, dsb. Dan menurut aku itu bener-bener
terjadi di masyarakat kita, bahkan di kalangan pelajar sekalipun. Kalian juga
pasti pernah kan nonton drama dan TV, gimana berita pembullyan oleh anak-anak. Miris banget..
[...] Sekedar
bersenang-senang. Ya, kalian tau sendiri kan gimana ekspresi orang yang usil
mengganggu orang lain yang nampak kesulitan, mereka akan tertawa bahagia saat
si korban terlihat menyedihkan. Misalnya nih, ada geng terus ada si cupu pake
kacamata tebel bawa buku lewat di depan mereka. Nah, abis itu salah satu
anggota gengnya itu iseng ngelepasin kacamata si cupu dan disandung sampe
jatoh. Abis itu mereka ketawa kan?
Of course. Begitulah, sekiranya ya.
Of course. Begitulah, sekiranya ya.
[...] Seorang
yang memiliki masalah mental (suka menyiksa). Kalo di drama yang sering aku
tonton sih menurutku contohnya gini. Ada seorang trouble maker yang selalu menjadi parasit dari seseorang yang
lemah, dia sering minta sesuatu dari si korban (anggap saja uang), meminta si
korban melakukan sesuatu yang dia inginkan, dsb. Dan jika si korban menolak dia
akan menyiksa si korban dengan kekerasan bahkan mengancam untuk membunuh. Dan
hal tersebut terjadi terus-menerus. Biasanya mereka yang memiliki kepribadian
ini karena kehidupannya sendiri berantakan sehingga dia melampiaskan emosinya
kepada orang lain.
[...] Kurang
perhatian. Menurutku sih orang-orang kek gini tuh berasal dari mereka yang
tidak terdeteksi keberadaannya. Pernah denger ga ? “Kalo kamu mau terkenal di
sekolah, kamu harus pilih mau jadi anak yang rajin berprestasi atau jadi trouble maker sekalian”.
Yap, karena mereka yang
biasa-biasa saja akan dipandang biasa dan cenderung jarang muncul bahkan jarang
dikenal. Nah, mungkin karena ingin dikenal beberapa di antaranya mengambil
jalan pintas dengan merubah kepribadian dan gaya hidupnya menjadi seseorang
yang berkuasa atau menjadi trouble maker.
[...] Dan yang
terakhir nih, faktor dari si korban yang bully-able.
Dari drama-drama yang pernah aku tonton kebanyakan tukang bully itu hanya membully
satu orang tertentu saja. Sedangkan kepada orang lain dia tidak terlalu
menghiraukan, hanya saja tetap tempramennya selalu kasar kepada semua orang.
Ya mereka akan menindas
orang yang pasrah jika di bully (bully-able). Do you agree with me?
Di sini si korban itu
salah, seharusnya mereka bersikap seperti teman-temannya yang lain (yang tidak
menjadi target bullyan).
Dampak
Bullying
Kalian semua pasti taulah
ya apa aja dampaknya. Disini bakal aku singgung sedikit aja ya
Kebiasaan bullying akan membentuk
karakter yang buruk bagi si pelaku bahkan jika dibiarkan terus menerus, pelaku
akan menjadi seorang kriminal, membuat dirinya merasa tidak takut akan hukuman
dan dosa. Sedangkan bagi si korban, hal ini akan mengganggu mentalnya yang
merasa dihantui, ketakutan selama si tukang bully
masih berkeliaran. Dan jika di lingkungan bermasyarakat, hal ini amat sangat meresahkan kehidupan sehari-hari.
Gimana
sih problem solving-nya?
Seperti biasanya sih,
masalah bully bisa diminimalisir
melalui pendidikan karakter bagi mereka yang masih duduk di bangku pendidikan.
Karena dengan karakter yang baik tidak akan muncul niat seseorang untuk
menyakiti orang lain karena hal tersebut sangat melanggar norma dan nilai
perikemanusiaan.
Sedangkan untuk
masyarakat umum bisa diminimalisir dengan meningkatkan iman dan taqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa karena dengan iman maka seseorang akan selalu menjaga sikap
dan tutur katanya.
Oh ya untuk orang tua dan
sanak keluarga, sangat berperan penting nih dalam meminimalisir kejadian bully dengan cara mengontrol tumbuh kembang
“emosional” anak. Inget ya tumbuh kembang bukan sekedar fisik doang. Tapi
juga mental. Anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang akan tau bagaimana
cara mengasihi sesama teman dan lingkungannya.
Orang tua harus memantau pergaulan si anak agar tau dengan orang seperti
apa anaknya bergaul dan menghabiskan waktu selain di rumah.
Tapi ingat jangan
berlebihan! Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Maksudnya jangan sampe
over protective sama anak. Yaaa soalnya ada beberapa anak yang kalo makin
dikerasin makin ngelunjak hehe
Nah kalo dari aku sih
gapapa dilarang ortu ini itu asal disampein dengan kepala dingin dan alasan
yang logis. Dan yang paling penting itu “kepercayaan”, orang tua harus percaya anaknya
karena anak akan merasa dihargai oleh orang tua dan akan berusaha menjaga
kepercayaan itu. Lalu si anak juga harus percaya juga kepada orang tua, karena
dengan begitu anak akan lebih terbuka kepada orang tuanya. So, komunikasi keluarga
dan mental psikologis anak akan terjaga. InsyaAllah si anak tidak akan menjadi pembully.
Dan yang terakhir buat si
korban bully.
Saran dari aku : Jangan
pasang ekspresi tertindas dan menyedihkan karena hal itu justru malah menambah
keinginan pelaku untuk semakin melihat korban menderita. Kalo bisa Lawan !
Sampai kapan kalian sanggup menahannya? Mau sampai kapan kalian ditindas? Kalian harus buka mata, bangkit dan
berani memutus rantai bully itu
***End***
Akhirnya...
Sampe disini tulisanku tentang bully. Mungkin banyak dari kalian yang sepaham dan yang ga sepaham. It's fine, Kita punya karakter yang berbeda-beda, otomatis pemikiran kita juga beda-beda, right?
So, aku minta maaf kalo tulisanku kurang memuaskan.
Aku sangat berharap kalian bisa menambahkan apapun tentang bully yang belum sempet aku sebutin di atas dan juga kritik saran di kolom komentar.
Karena tambahan dari kalian bisa menambah wawasan reader lainnya sedangkan kritik saran kalian bisa menjadi motivasiku buat lebih baik lagi di tulisan selanjutnya, thanks. See you ...
(Terimakasih banyak untuk Alzena, Fikri & Rahmat yg udah menambah bahan referensi :))
Sampe disini tulisanku tentang bully. Mungkin banyak dari kalian yang sepaham dan yang ga sepaham. It's fine, Kita punya karakter yang berbeda-beda, otomatis pemikiran kita juga beda-beda, right?
So, aku minta maaf kalo tulisanku kurang memuaskan.
Aku sangat berharap kalian bisa menambahkan apapun tentang bully yang belum sempet aku sebutin di atas dan juga kritik saran di kolom komentar.
Karena tambahan dari kalian bisa menambah wawasan reader lainnya sedangkan kritik saran kalian bisa menjadi motivasiku buat lebih baik lagi di tulisan selanjutnya, thanks. See you ...
(Terimakasih banyak untuk Alzena, Fikri & Rahmat yg udah menambah bahan referensi :))
Komentar
Posting Komentar